Berita & Informasi

Perkuat Kerohanian Aparatur, Pemerintah Desa Juai Hadiri Tausyiah Agama Rutin di Kecamatan Tanjung

Rabu 4 November 2026 · 0 dilihat · 7 jam yang lalu
Perkuat Kerohanian Aparatur, Pemerintah Desa Juai Hadiri Tausyiah Agama Rutin di Kecamatan Tanjung

TANJUNG – Pemerintah Desa Juai menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan nilai-nilai keagamaan dengan menghadiri kegiatan tausyiah agama rutin yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Tanjung. bertempat di Aula Kecamatan Tanjung pada Jumat (30/10/2026), jajaran jajaran aparatur Desa Juai diwakili langsung oleh Kepala Desa H. Mahyudin, Sekretaris Desa Edy Rosani, Kasi Pemerintahan Sukran, serta Kaur Keuangan Hamdi. Keikutsertaan jajaran Pemdes Juai ini merupakan bagian dari agenda rutin bulanan sekaligus langkah nyata dalam menyukseskan program pembangunan daerah, yaitu menciptakan masyarakat dan aparatur Tabalong yang agamis.

Kegiatan diawali dengan sambutan dan pembukaan resmi oleh Camat Tanjung, Abdul Wahid, yang menyampaikan pentingnya pembinaan spiritual bagi para penyelenggara pemerintahan di tingkat desa dan kecamatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausyiah agama oleh Ustaz Maulana. Dalam ceramahnya, Ustaz Maulana mengingatkan seluruh peserta akan pentingnya menyadari dua nikmat sering melalaikan manusia, yakni nikmat kesehatan dan nikmat waktu luang. Beliau menekankan agar fisik yang sehat dipergunakan untuk kebaikan serta waktu senggang tidak dihabiskan untuk hal-hal yang kurang berguna—seperti berlarut-larut menonton drama—melainkan diisi dengan peningkatan kualitas ibadah yang kelak akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

Lebih lanjut, Ustaz Maulana menguraikan pesan hikmah dari ulama besar Imam Hasan Al-Bashri mengenai lima tahapan waktu dalam perjalanan hidup manusia yang patut diresapi. Kelima pembagian waktu tersebut meliputi hari yang telah lalu (Yaumun Mafqud) yang tidak dapat diulang kembali, hari ini (Yaumun Masyhud) sebagai satu-satunya kesempatan yang ada dalam genggaman untuk berbuat baik, serta hari esok (Yaumun Maurud) yang belum pasti ditemui. Selain itu, diingatkan pula mengenai hari kematian (Yaumun Mau'ud) sebagai pemutus kehidupan dunia, hingga akhirnya manusia menuju hari kekal di akhirat di mana seluruh amal perbuatan akan dihitung dan dibalas secara adil oleh Allah SWT. Melalui tausyiah ini, diharapkan para aparatur desa dapat menjalankan tugas pelayanan publik dengan dilandasi rasa tanggung jawab, kejujuran, dan kesadaran spiritual yang tinggi.