Berita & Informasi

Cegah Penyakit Menular Bersumber Binatang, Pemdes Juai Hadiri Sosialisasi Teknis Dinkes Tabalong

Kamis 22 Oktober 2026 · 3 dilihat · 1 minggu yang lalu
Cegah Penyakit Menular Bersumber Binatang, Pemdes Juai Hadiri Sosialisasi Teknis Dinkes Tabalong

TANJUNG – Pemerintah Desa (Pemdes) Juai berpartisipasi dalam kegiatan Peningkatan Teknis Dalam Pengendalian Penyakit Menular Bersumber Binatang Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong di Aula Kecamatan Tanjung pada Rabu (16/9/2026). Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan seluruh kepala desa se-Kecamatan Tanjung, di mana Pemdes Juai diwakili langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan, Sukran. Agenda ini digelar untuk memperluas wawasan aparatur desa mengenai pemetaan, pencegahan, serta penanganan dini penyakit tular vektor dan zoonosis di lingkungan masyarakat.

Acara dibuka secara resmi oleh Camat Tanjung, Bapak Abdul Wahid, yang menekankan pentingnya keterbukaan data kesehatan dari tingkat desa. Beliau mengimbau agar pemerintah desa tidak menutup-nutupi potensi kasus penyakit yang bersumber dari binatang sehingga dapat segera dicarikan solusi bersama oleh tim Dinas Kesehatan. Selain merencanakan pembentukan kawasan bebas jentik di tingkat RT, Camat Tanjung juga menginstruksikan agar upaya pencegahan penyakit dibarengi dengan aksi gotong royong Gerakan Masyarakat Jaga Lingkungan (Gemajalin). Beliau mengingatkan bahwa kegiatan Gemajalin yang di-cover pihak kecamatan pada 2026 wajib dianggarkan secara mandiri oleh masing-masing desa mulai tahun 2027 mendatang.

Dari pihak Dinkes Kabupaten Tabalong, pemaparan materi disampaikan oleh Ketua Tim Pemberantasan Penyakit Menular Bersumber Binatang, Budi Gunawan, didampingi pengelola program penyakit tular vektor dan zoonosis, Raudah, serta pengelola program Filariasis, Susan. Dalam penjelasannya, Budi Gunawan menyampaikan rencana pengambilan sampel darah malam hari bagi 35 warga di empat wilayah sampel Kecamatan Tanjung guna deteksi dini Filariasis. Tim Dinkes juga mengedukasi warga mengenai perbedaan penyakit vektor (melalui perantara seperti nyamuk) dan zoonosis (langsung dari hewan), serta menekankan pentingnya penggunaan bubuk Abate di genangan air bersih untuk memberantas jentik nyamuk.

Sementara itu, Raudah memaparkan update kasus di Kecamatan Tanjung sepanjang tahun 2026, yang mencatat 6 kasus demam dengue serta 3 kasus gigitan ular. Beliau menegaskan bahwa metode fogging saat ini kurang efektif dan memakan biaya besar karena hanya mematikan nyamuk dewasa, sehingga masyarakat diimbau mengutamakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara mandiri. Tim Dinkes turut membagikan langkah penanganan darurat, seperti mencuci bekas gigitan hewan pembawa rabies (anjing, kucing, kera) dengan sabun di air mengalir selama 15 menit, melakukan imobilisasi pada bekas gigitan ular, serta mengimbau warga agar selalu menggunakan sepatu bot saat beraktivitas di kebun atau sawah guna meminimalisasi risiko keselamatan.